Memuaskan
suami adalah kewajiban setiap insan wanita yang menyandang predikat istri.
Untungnya, kami-kami para cowok ini adalah salah satu mahkluk paling simple
setelah plankton dan kucing angora. Memuaskan suami itu tidak ribet karena
cowok yang “norma” kelaki-lakiannya cuma butuh istri yang pandai mengatur
keuangan, pandai mengatur kebutuhan rumah tangga, pandai merawat diri dan
bijaksana di ranjang (kadang-kadang malah poin terkahir itu saja sudah cukup).
Tapi masalahnya bagi para istri, memuaskan suami saat hamil itu terkadang sama
sulitnya dengan membalikkan telapak tangan pak rt yang lagi keluar kota… Oke,
mungkin analoginya kurang cocok. Pada intinya, kehamilan akan merubah kebiasaan
seorang istri yang bakal berdampak besar bagi kepuasan suami.
Hormon yang
naik turun diikuti dengan berat badan yang melambung membuat aktivitas sebagai
istri menjadi terganggu, terutama di usia kehamilan muda dimana sang calon
bunda tidak sebaiknya terlalu kecapean. Tapi jangan salah dulu. Artikel ini
membahas cara memuaskan suami saat hamil dalam konteks yang umum, bukan dalam
konteks seksual. Karena kepuasaan suami tidak selalu harus diukur dari
kehidupan ranjang saja. Untuk pembahasan memuaskan suami dalam konteks biologis
akan dibahas lebih rinci di artikel lain.
Tanpa
panjang lebar dan dalam lagi, langsung saja kita bahas 5 poin yang penting
istri perhatikan untuk memuaskan suami dalam masa kehamilannya.
1.
Tetap Dandan dan Merawat Diri
Saat
hamil, bagian tubuh yang membengkak bukan cuma di bagian perut bawah saja. Leher,
lengan, paha, betis alias hampir semua bagian yang vital bagi kecantikan cewek
jadi ikut bengkak. Bukan cuma bengkak, biasanya kulit jadi menghitam khususnya
di lipatan-lipatan tertentu. Ini biasanya terjadi karena hormon atau biasanya
juga cuma karena malas mandi. Terlepas dari itu, jujur saja, ini semua bisa
bikin suami iflil.
Banyak
yang bilang, hormon bikin Ibu hamil itu kelihatan “kusut” di rumah. Sebenarnya
tidak selalu karena hormon. Ini lebih kepada lingkaran setan: Ibu yang hamil
jadi bengkang, karena bengkak baju jadi sempit semua, karena baju sempit jadi
malas keluar, karena tidak keluar jadinya malas dandan. Ingat, sebagai istri
yang berbakti, sudah jadi kewajiban kamu untuk menjaga pemandangan di rumah
dengan berdandan dan merawat diri.
Jangan
takut berdandan cuma karena bengkak. Setidaknya kamu bisa make up ringan untuk
menyambut sang suami pulang kantor. Jangan juga lupa tetap merawat diri
misalnya dengan luluran atau dengan sedikit minyak wangi sebelum tidur. Jangan
sampai karena kamu yang hamil malah justru suami yang jadi badmood.
2.
Jaga Emosi
Ketidakstabilan
hormon memang bikin Ibu hamil jadi tidak stabil juga secara emosional. Bukan
cuma marah-marah, kadang-kadang rasanya mau nangis atau jerit-jerit padahal
tidak ada kecoa atau Farhat Abbas di sekitar. Ini biasa kok. Dan karena ini hal
biasa, Ibu hamil yang sadar dengan ketidakstabilan hormon ini juga sebaiknya
sadar pentingnya menjaga emosi.
Suami
pasti lah mengerti dengan kondisi hormon yang acak adut saat istrinya sedang
hamil. Tapi suami juga punya beban dan tekanan besar sebagai kepala rumah
tangga dan penyedia kebutuhan keluarga. Sebaiknya pengertian datang dari 2
arah. Tidak ada yang lebih memuaskan suami ketimbang rumah yang damai tanpa
amarah, pertengkaran, apalagi jambak-jambakan (heh?) Jadi terlepas dari hormon
yang tidak stabil, cobalah menahan emosi.
3.
Tetap Memasak
Masakan
pembantu pastilah beda dengan masakan istri. Ini karena katanya masakan istri
punya “cinta di setiap sendoknya” (cieeeh). Disamping itu, masak dan menemani
suami makan adalah bagian dari kewajiban mulia seorang istri yang sebaiknya
tidak di lupakan cuma karena perut membulat. Kepuasaan suami tidak cuma bisa
dilihat dari standar pelayanan ranjang, tapi juga pelayanan di meja makan.
Tolong dicamkan ya Bunda…
4.
Memperhatikan Kebutuhan Suami
Idealnya,
suami bangun pagi sudah disambut dengan secangkir kopi (atau mungkin sebungkus
rokok) plus kemeja dan celana kain rapih buat dipakai kerja. Yang tidak ideal
adalah suami bangun pagi, lalu buat kopi sendiri, pergi ke warung beli rokok
sendiri, dan ngopi sambil setrika kemeja dan celana sendiri sebelum kerja. Ini
kan sama aja bujang.
Salah
satu kepuasan terbesar suami sebagai tulang punggung rumah tangga adalah ketika
semua kebutuhan minor yang menunjang aktivitas “banting tulangnya” sehari-hari
sudah disiapkan oleh sang istri tercinta. Mungkin suami tidak mau bunda
kerepotan atau kecapean saat sedang hamil, tapi memperhatikan kebutuhan suami
rasanya tidak akan bikin kecapaian seperti habis main badminton dalam air
selama 2 hari.
5.
Tetap Melayani Kebutuhan Biologis
Ini
mungkin adalah dilema yang paling berat bagi para bunda yang sedang hamil.
Hormon saat sedang hamil memang naik turun kayak rupiah. Kadang hasrat seksual
muncul menggebu-gebu, terkadang tiba-tiba hilang menguap begitu saja. Berbeda
dengan suami yang hormonnya normal dan selalu siap tempur, membuat para calon
bunda selalu bertanya bagaimana caranya mengimbangi hasrat dan berhubungan
intim saat hamil.
Pembahasan
soal ini tidak bisa dibahas sepotong-potong cuma dalam 1 poin saja. Karena
bunda perlu tau posisi berhubungan intim yang aman dan juga tips-tips
menciptakan suasan bercinta dalam keadaan hormon yang sepoy-sepoy itu. Untuk
poin kelima ini akan saya bahas lebih rinci di artikel lain.
Kesimpulan
Masa
hamil memang adalah masa penantian yang indah untuk menunggu karunia yang
sebentar lagi datang. Tapi ingat bunda, masa penantian ini lumayan lama loh
(nyaris 9 bulan) dan dalam masa ini bisa sekali keharmonisan rumah tangga jadi
guncang antara istri yang hormonnya tidak stabil dan suami yang tidak
terpuaskan. Kuncinya adalah pengertian 2 arah dan kesadaran terhadap hak dan
kewajiban masing-masing pihak. Semoga kehamilannya lancar sampai persalinan.
Semoga artikelnya bermanfaat.


Geen opmerkingen:
Een reactie posten
Bagaiman?